Minggu, 24 Januari 2016

Rentang sejarah yang ditoreh Cut Meutia di Aceh, khususnya Aceh Utara, sangat mengaktualkan halaman sejarah kepahlawanan bangsa.
Jasad Cut Meutia terbaring di sebuah kawasan hutan belantara, Gunong/gunung Lipeh, antara Kecamatan Matangkuli, Paya Bakong dan Kec Cot Girek, Aceh Utara.
Ia gugur di rimba Lhok Reuhat, Alue Drien, atau kawasan bantaran sungai (krueng) Peutoe, wilayah eks Kewedanaan Lhoksukon, 25 Oktober 1910, ditembak oleh pasukan Belanda Marsose di bawah pimpinan Mosselman, sebagaimana kita sebut tadi, bersama rekannya Tgk Chik Paya Bakong alias Tgk Seupot Mata.
Makam Cut Meutia terpuruk jauh ke pedalaman Aceh Utara, dengan keadaan situs itu tidak terurus, penziarah malas datang karena jangkauannya yang sulit.
Masyarakat hanya tahu keberadaan (kehebatan), keperkasaan dan keberanian Cut Meutia, hanya lewat buku-buku sejarah. Antara lain tercantum dalam buku sejarah “Aceh Sepanjang Abad”, karangan wartawan legendaris Sumatera Utara (Medan) almarhum H Mohammad Said.
Seorang perempuan selevel keberanian Cut Meutia ini, setelah Cut Nyak Dhien, di Aceh saja bisa dihitung dengan jari. Namun, sangat disayangkan bila generasi setelahnya kurang peduli. Buktinya, pasca tahun 1974 (10 tahun setelah SK Presiden RI menobatkan Cut Meutia selaku pahlawan nasional), uang di Aceh Utara, sudah sangat melimpah dari hasil penemuan sumber gas alam PT Arun, kendati makam pahlawan perempuan mulia itu sampai saat ini belum terpugar.

Lupakan Sejarah

“Bangsa yang kerdil adalah bangsa yang melupakan jasa para pahlawannya,” tandas Waled Jafar, seraya menambahkan kita perlu mendefenisikan kembali tentang keberadaan para pahlawan.
Pahlawan bukan saja yang dimakamkan di TMP (Taman Makam Pahlawan), tapi pahlawan itu orang-orang yang berjuang tanpa pamrih untuk membebaskan, negara dan kaumnya dari penjajahan.
“Cut Meutia, Cut Nyak Dhien, Tgk Umar Johan pahlawan dan lain-lain yang sudah diakui oleh negara sebagai pahlawan nasional, semua para syuhada itu tidak dimakamkan di TMP. Dengan demikian, ziarah pahlawan setiap hari besar bersejarah itu, menurut pendapat saya perlu digilir ke makam-makam para pahlawan di luar TMP yang perannya tidak kecil dalam merebut kemerdekaan RI dari penjajah Belanda dan facisme Jepang,” tegas wartawan senior Provinsi Aceh ini.
Berbicara pahlawan, khusus di Aceh Utara, menurut Waled Jafar, nanggroe Keureutoe, wilayah eks Kewedanaan Lhoksukon, sangat menyimpan khasanah data kepahlawanan yang dikenal kawasan heritage kerajaan Islam Samudera Pase.
“Kawasan ini tidak hanya menyimpan data sejarah, tapi juga penobatan nama terhadap Pulau Sumatera, berasal dari kata Samudera, di mana letaknya makam raja Islam terkenal di Asia Tenggara, yaitu Sultan Malikussaleh di Kec Samudera (Geudong), Aceh Utara,” terangnya.
“Begitu saratnya data sejarah kepahlawanan di kabupaten yang membawahi 27 tingkat kecamatan ini, sehingga sebagai putera daerah wajar kalau saya kecewa. Pemkab Aceh Utara, acap memperingati hari pahlawan di wilayah Pemko Lhokseumawe, kenapa tidak di Lhoksukon, sebagai ibukota Aceh Utara itu sendiri,” lanjutnya. (Andi Makkasau/Andalas)

Rabu, 13 Januari 2016

TIK atau teknologi informasi dan komunikasi pada era ini berkembang sangat pesat, dimulai dengan ditemukannya system computer hingga komunikasi dunia maya yang bisa dinikmati melalui telepon selulardengan akses GPRS.
 Namun banyak orang yang masih awam tentang Teknologi Informasi dan komunikasi tersebut.Hal tersebut terukur dari kurang optimalnya penggunaan teknologi diatas dalam kehdupan sehari-hari. Contohnya masyarakat Indonesia pada umumnya yang masih menggunakan telepon selular hanya sebatas komunikasi antar personal, padahal telepon selular yang mereka gunakan telah cukup memadai untuk digunakan sebagai alat komunikasi dengan dunia luar menggunakan internet ataupun GPRS.
 Lalu, apa itu sebenarnya teknologi Informasi dan Komunikasi? Dan bagaimana perkembangannya? Serta apa yang menjadi manfaat utama dari teknologi informasi dan komunikasi khususnya dalam bidang pendidikan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dibahas dalam artikel ini.
Pengertian TIK
 Terdapat banyak pengertian mengenai TIK atau Teknologi informasi dan komunikasi, diantaranya dipaparkan sebagai berikut :
1.      Menurut Eric Deeson, Harper Collins Publishers, Dictionary of Information Technology, Glasgow,UK,1991
 “Information Technology (IT) the handling of information by electric and electronic (and microelectronic) means.”Here handling includes transfer. Processing, storage and access, IT special concern being the use of hardware and software for these tasks for the benefit of individual people and society as a whole
Dari penjelasan di atas dapat diartikan bahwa teknologi informasi adalah kebutuhan manusia didalam mengambil dan memindahkan , mengolah dan memproses informasi dalam konteks sosial yang menguntungkan diri sendiri dan masyarakat secara keseluruhan.

2.      Menurut Puskur Diknas Indonesia, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)    mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi.
a.       Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses,  penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
b.       Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa      Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang  segala kegiatan  yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media 
3.      Menurut Susanto ( 2002 ) informasi merupakan hasil dari pengolahan data namun tidak semua hasil dari pengolahan tersebut dapat menjadi informasi.
Jadi pengertian TIK adalah sebuah media atau alat bantu yang digunakan untuk transfer data baik itu untuk memperoleh suatu data / informasi maupun memberikan informasi kepada orang lain serta dapat digunakan untuk alat berkomunikasi baik satu arah ataupun dua arah.
Perkembangan dan Pemanfaatan TIK dalam Dunia Pendidikan
            Sebelum menginjak abad 21 yang telah serba modern, penemuan teknologi-teknologi telah dirintis dimulai dari ditemukannya mesin tik, alat komunikasi seperti mesin penyampai pesan. Kemudian hal ini berkembang lagi dengan dibuatnya computer dari yang paling sederhana hingga komputer yang paling canggih selain itu ditemukan telepon sederhana hingga ditemukannya hand phone dan saat ini telah berkembang menjadi PDA. Bahkan pada saat ini abad ke 21 telah ditemukan bidang rekayasa mikroelektronika. Hal ini dapat menunjukkan bahwa TIK mengalami perkembangan yang sangat pesat.
            Dengan telah berkembangnya system komunikasi online seperti telepon, sms, ataupun email yang dapat diakses dalam dunia maya, tentunya hal ini mempengaruhi dalam berbagai aspek kehidupan khususnya dalam bidang pendidikan. Hal ini dapat terlihat dengan telah terjadinya pergeseran dalam proses pembelajaran dimulai dari ‘belajar di ruang kelas’ ke’ belajar dimana saja’, dari ‘kertas’ ke ‘on line’. Interaksi antara guru dengan siswa pun tidak hanya dapat dilakuakn melalui hubungan tatap muka tetapi dapat dilakukan melalui telepon, sms, ataupun email. Dalam tugas pokok seorang guru pun menjadi terasa lebih mudah baik dalam membuat persiapan mengajar, mencari sumber bahan ajar, bahkan dalam pembuatan evaluasi bagi siswa yang dapat diberikan secara beragam. Hal ini bisa memanfaatkan teknologi komputer. Dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi yang diperuntukkan bagi peningkatan kinerja lembaga pendidikan dalam upayanya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia. Guru dan pengurus sekolah tidak lagi disibukkan oleh pekerjaan-pekerjaan operasional, yang sesungguhnya dapat digantikan oleh komputer. Dengan demikian dapat memberikan keuntungan dalam efisien waktu dan tenaga.
            Bila diuraikan pemanfaatan TIK dapat dijelaskan secara terperinci seperti :
• Penyimpanan dan pengolahan data siswa, staf, keuangan, dan asset sekolah
• Analisis perkembangan kinerja siswa, guru, dan sekolah dari periode ke periode
• Penyediaan informasi tentang perkembangan studi siswa kepada Guru Wali dan Orang Tua
• Penyediaan informasi untuk mendukung pelaporan kepada Kantor Dinas Pendidikan yang  terkait dengan Ujian Akhir Nasional (UAN) dan Badan Akreditasi Sekolah (BAS)
• Pengolahan data menjadi informasi untuk mendukung pengambilan keputusan
• Pengelolaan perpustakaan termasuk katalogisasi buku-buku, penelusuran buku, proses peminjaman dan pengembalian buku, status keberadaan buku, dan penetapan jumlah denda.


Kesimpulan

Jadi TIK adalah suatu alat atau media yang dapat digunakan untuk transfer data baik satu arah maupun dua arah. Dengan pesatnya perkembangan  TIK ini sangat berguna dalam dunia pendidikan karena guru dan lembaga sekolah pun mendapatkan kemudahan dengan memanfaatkan TIK dalam melaksanakan tugas pokoknya. Materi pembelajaran dapat dibuat  menjadi lebih menarik. Selain itu, siswa dan guru mudah mendapatkan pengkayaan materi ajar sehingga akan meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi.  Namun dengan berbagai kemudahan dalam proses pembelajaran yang lebih bersifat on line kita pun jangan sampai meninggalkan proses pembelajaran bersifat manual