Jumat, 29 April 2016

RAPA’I merupakan salah satu bentuk Musik Tradisional Aceh, ia hidup dan berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pendukungnya. Sampai sekarang keberadaan rapa’i masih tetap disenangi dan di minati oleh masyarakat Aceh sebagai salah satu bentuk kesenian tradisional baik dalam konteks adat istiadat maupun agama Islam.
Rapa’i dapat juga diartikan sebagai salah satu nama untuk instrument musik pukul (sejenis gendang) yang terbuat dari kayu Tualang atau kayu Merbau, sedangkan membrannya terbuat dari kulit kambing yang sudah diolah sedemikian rupa.
Pada mulanya rapa’i lahir sebagai salah satu bentuk kesenian yang di manfaatkan untuk mengembangkan ajaran agama Islam. Hal ini sejalan dengan masuknya agama Islam ke daerah Aceh, yaitu ke daerah Samudra Pasai. Kerajaan Samudra Pasai merupakan kerajaan Islam yang pertama di Nusantara yang muncul pada abad ke VII Masehi. Agama Islam tersebut masuk dan berkembang ke daerah Aceh di bawa oleh para saudagar Islam yang berasal dari Arab, Persia dan India (Gujarat).
Mulanya mereka datang untuk berdagang, kemudian lama kelamaan mereka menyiarkan agama Islam. Untuk lebih mempercepat proses islamisasi, mereka mengadakan perkawinan dengan penduduk setempat. Selain itu kesenian rapa’i di pertunjukkan kepada masyarakat, agar tertarik mendengar dakwah dan merangsang masyarakat mendengar musik yang dibunyikan oleh para  awak rapa’i, dengan cara demikian akhirnya mereka masuk dan memeluk agama Islam. Berdasarkan usaha-usaha yang mereka lakukan, agama Islam akhirnya dapat diterima penduduk dan selanjutnya berkembang keseluruh penjuru wilayah nusantara.
Menurut sejarahnya oleh awak rapa’i di yakini bahwa rapa’i di bawa oleh Syeikh Abdul Kadir Jailani dari Bahkdat (Irak) yang kemudian di bawa oleh pengikut-pengikutnya ke Aceh sekitar tahun 900 Masehi. Pengikut-pengikut syeikh abdul kadir jailani yang menyebarkan kesenian rapa’i pada masa itu sekaligus menanamkan ajaran Islam pada masyarakat Aceh. Oleh karena berbentuk kesenian maka masyarakat Aceh dapat dengan mudah mencernanya. Hal inilah yang membuat masyarakat Aceh merasa tertarik sekaligus menjadikan rapa’i sebagai kesenian tradisional. Adapun cara yang di lakukan oleh pengikut syeikh abdul kadir jailani dalam menyiarkan dan mengembangkan ajaran agama Islam adalah dengan membunyikan rapa’i.
Dari hasil penelitian dan wawancara dengan beberapa narasumber seperti bapak Abdullah (Desa Awe Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara) mengatakan bahwa, Rapa’i Pasee yang terdapat di desa Awe sekarang ini pada awalnya berasal dari perubahan konstruksi Rapa’i Daboih yang terdapat di daerah Pasai sejak abad XII, tetapi ada juga informan (Nazaruddin) yang mengatakan bahwa rapa’i pasee sudah di kenal di Aceh sejak abad IX. Pendapat ini dapat di sangkal orang karena menurut sebagaian informan lagi (Hasanuddin) mengatakan bahwa yang membawa rapa’i ke daerah Aceh adalah Syeikh Abdul Kadir Djailani. Tokoh ini sendiri baru di kenal sejak abad XI, sedangkan menurut Horgronje (1985 : 268) di kenal pasti pada tahun 1166 (abad XII).
Berkenaan dengan asal-usul rapa’i, pada awalnya di ambil dari nama belakang salah seorang ahli tasauf (ilmu tentang ajaran-ajaran Islam) Ahmad Rifa’i  yaitu orang yang di yakini sebagai pencipta alat musik. Pada awal nya, oleh Ahmad Rifa’i gendang rapa’i ini di beri nama dufun ,kemudian oleh Syeikh Abdul Kadir Djailani sebagai orang pertama yang memperkenalkan gendang dufun pada masyarakat Aceh ini memberinya nama rapa’i sebagai upaya untuk mengenang penciptanya yaitu Ahmad Rifa’i.
Istilah Pasee adalah sebutan terhadap daerah Pasai, salah satu desa di kecamatan Bayu Kabupaten Aceh Utara yang di berikan oleh masyarakat  desa Awe yaitu tempat di mana  gendang ini pertama sekali di perkenalkan. Dengan demikian pada saat sekarang ini gendang dufun lebih di kenal sebagai Rapa’i Pasee.
W.C.B. Wintoen dalam bukunya Encyclopedie Van Nederlandsch Indie tahun  1919 : 351 menyebutkan tentang keberadaan pasai yang merupakan nama untuk keseluruhan kenegerian di sebelah pantai timur Aceh, yang pada abad pertengahan telah berdiri kerajaan Pasee dengan batasannya seperti yang terdapat  sampai sekarang ini yakni di sebelah timur sampai ke Jambo Aye, pada bagian barat sampai kebeberapa kenegerian di Kroeng Pasee dan sejak tahun 1883 daerah Pasee yang terdiri dari kenegerian mencakup Lhok Seumawe, Blangme, Cunda dan Bayu Blang Mangat.
Dari penjelasan di atas jelaslah bahwa pada awalnya rapa’i yang pertama sekali di kenal di daerah Pasai di sebut dengan nama Rapa’i Daboih yang kemudian oleh masyarakat desa Awe di rubah namanya menjadi Rapa’i Pasee, caranya dengan menambah ukuran dari rapa’i daboih. Kemudian sekitar abad XIII rapa’i yang di bawa ke desa Awe di tambah ukurannya menjadi lebih besar, pada awalnya rapa’i daboih berukuran 30-57 cm, sesudah di tambah menjadi 63-78 cm dan nama untuk rapa’i yang berukuran besar ini menjadi rapa’i pasee.
Perubahan ukuran ini berasal dari masyarakat yang tinggal di daerah Pasai itu sendiri karena mereka mengatakan bahwa dengan ukuran rapa’i yang lebih besar akan menghasilkan bunyi yang lebih keras pula, artinya jika rapa’i yang lebih besar di pukul, suaranya akan terdengar lebih jauh.
Dewasa ini rapa’i telah berkembang pesat dan mendapat prioritas utama dalam dunia seni di Aceh, ini terbukti dengan hadirnya kesenian rapa’i, masyarakat Aceh khususnya desa Awe benar-benar merasakan pengaruh yang terjadi dalam kehidupan masyarakatnya.
Di lihat dari fungsinya pada masa awal masuknya ajaran Islam rapa’i di pertunjukkan pada Bandar dagang di daerah Pasai. Syeikh Abdul Kadir Djailani yang di kenal sebagai penyiar agama Islam yang juga merupakan orang pertama membawa dan memperkenalkan rapa’i bersam dengan 11 orang pendukungnya yang tidak dapat di ketahui secara pasti apakah pengikut-pengikutnya ini juga berasal dari Baghdad sebagaimana seyikh Abdul Kadir Djailani atau mungkin pengikut-pengikutnya berasal dari masyrakat Aceh setempat dengan memanfaatkan rapa’i sebagai pendukung kegiatan tersebut. Rapa’i sendiri pada masa itu di gunakan sebagai daya tarik untuk mengumpulkan massa. Melalui pola-pola ritmis yang di hasilkannya, setelah massa berkumpul, rapa’i akan tetap di mainkan dengan memasukkan unsur teks sebagai nyanyian yang berisi ayat-ayat suci yang terkandung dalam Al-Qur’an
Sebelum media massa modern hadir di Aceh, rapa’i telah di tempatkan sebagai sarana pendukung dalam penyampaian konsepsi-konsepsi keagamaan baik melalui bunyinya yang dapat menggugah penonton, pendengar untuk ingin menyaksikan langsung permainan rapa’i tersebut, sehingga dari keadaan seperti ini akhirnya rapa’i  di jadikan sebagai media dakwah.
Di karenakan dari pengaruh perkembangan zaman rapa’i mengalami perkembangan yang pada awalnya lebih di kenal sebagai media dakwah Islamiah sedangkan pada saat sekarang ini di gunakan sebagai alat hiburan dalam upacara-upacara adat atau upacara yang berkaitan dengan perayaan hari-hari besar, seperti tahun baru Islam, perayaan Maulid Nabi Muhammad dan lain sebagainya.(Tulisan diperoleh dari hasil wawancara dengan beberapa orang informan musik Rapai Pasee yang terdapat di desa Awe Syamtalira Aron, berbentuk sebuah Karya tulis Ilmiah atau Skripsi Sarjana tahun 1995).
contoh rapai terkenal di aceh:

Rapai Pasee (rapai gantung)
Rapai Pasee | Photo aweaceh.blogspot.com
Rapai ini diperagakan dengan alunan syair-syair yang agamais dan sakral dengan rapai rapai kecil didepan dan rapai ukuran besar dibelakang.  Rapai-rapai kecil berfungsi sebagai pendukung dan seluruh pemainannya berbaris melengkung dengan pakaian khas yang dipimpin oleh seorang Khalifah dengan penyajian syair yang selaran dengan irama tabuhannya.

pPerkembangan teknologi informasi

APLIKASI TI UNTUK SEJARAH
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKAS,INFORMASI DAN DAMPAKNYA

DisusunOleh:
KHAIRUL HIDAYAT
Nim:150501044

( Unit: 02 )

Dosen:

ISTHAFAN NAJMI M.SI







PROGRAM STUDI SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM
FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY
2015/2016





KATA PENGANTAR
Segala puji bagi allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongann-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik samapai saat ini. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW yang mana beliau telah membawa kita dari alam jahiliah kealam yang islamiah.
                Makalah ini merupakan salah satu tugas dalam mata kuliah Aplikasi TI untuk sejarah yang berjudul Perkembangan teknologi informasi dan dampaknya dan berisikan tentang pengertian,kegunaannya,fungsinya dan dampak positif dan negative sekaligus solusi  terhadap kehidupan kita sehari hari dalam mengunakan teknologi informasi. Terima kasih kami sampaikan kepada Dosen pengasuh Bapak Isthafan najmi M.SI,atas bimbingan beliau.terima kasih bagi Muhammad fazli,Marhammah,Desi ulvia,Fitriani,Husna shalyanti dan lain lain  yang telah memberi sedikit saran dan kritikan terhadap saya. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada para penulis dan pembaca.
                Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca di bidang teknologi dan informasi. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan dalam kata maupun bahasa yang saya tulis. Dalam hal ini Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun motivasi dalam bidang teknologi informasi. Terima kasih.

                                                                                     Wassalam
                                                                                      Banda Aceh,3 Mei 2016

                                                                                                             KHAIRUL HIDAYAT




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................................................................................... 2
DAFTAR ISI................................................................................................................................................................. 3
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................................................. 4
1.1 Latar belakang........................................................................................................................................................... 4
1.2 Tujuan dan manfaat.................................................................................................................................................... 4
1.3 Rumusan masalah...................................................................................................................................................... 4
1.4 Hipotesis................................................................................................................................................................. 5
BAB II PEMBAHASAN................................................................................................................................................. 6
2.1 Pengertian teknologi komunikasi dan teknologi informasi................................................................................................. 6
2.2 Perkembangan teknologi informasi............................................................................................................................... 6
2.3 Teknologi komunikasi dalam bidang pendidikan............................................................................................................. 7
2.4 Dampak yang ditimbulkan dalam bidang pendidikan........................................................................................................ 8
BAB III TEORI TENTANG TI........................................................................................................................................ 10
3.1 Uses and Gratifications ............................................................................................................................................ 10
3.2 Social learning........................................................................................................................................................ 10
3.3 Agenda setting........................................................................................................................................................ 10
BAB IV PENUTUP...................................................................................................................................................... 11
4.1 Kesimpulan............................................................................................................................................................ 11
4.2 Kritik dan saran....................................................................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN

       1.1    Latar Belakang
Perkembangan teknologi sekarang ini telah banyak menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Banyak hal dari sektor kehidupan yang telah menggunakan keberadaan dari teknologi itu sendiri. Kehadirannya telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dimensi. Demikian halnya dengan teknologi komnukasi yang merupakan peralatan perangkat keras dalam struktur organisasi yang mengandung nilai sosial yang memungkinkan individu untuk mengumpulkan, memproses dan saling tukar informasi (menurut Rogers,1986). Keadaan yang demikian, dimana sebuah teknologi yang mampu merubah sesuatu yang belum tentu dapat dilakukan menjadi sebuah kenyataan. Misalnya, kalau dahulu orang tidak dapat berbicara dengan orang lain yang berada di suatu tempat yang berjarak jauh, maka setelah adanya telepon orang dapat berbicara tanpa batas dan jarak waktu. Dari sinilah, semula dengan ditemukannya berbagai perangkat elektronik lainnya. Hingga akhirnya teknologi ini berintegrasi satu dengan lainnya. Teknologi komunikasi yang telah ada merupakan sebuah jawaban dari adanya perkembangan zaman. Hal ini terjadi karena semakin berkembang maju sebuah peradaban manusia maka teknologi pun akan terus mengalami perkembangan untuk menyelaraskan pola peradaban manusia itu sendiri.

1.2     Tujuan dan Manfaat
Tujuan umum penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui perkembangan iptek di indonesia. Sedangkan tujuan khususnya :
1.      Untuk mengetahui pengertian Teknologi Komunikasi dan Teknologi Informasi
2.      Untuk mengetahui perkembangan Teknologi Komunikasi
3.      Untuk mengetahui perkembangan Teknologi Komunikasi dalam bidang pendidikan
4.      Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat dari pengaruh IPTEK dan mencari solusinya

1.3     Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas maka penulis dapat menarik suatu permasalahan sebagai berikut :1.      Apa pengertian Teknologi Komunikasi ?
2.      Apa tujuan utama perkembangan IPTEK ?
3.      Apa saja manfaat positif dari kemajuan IPTEK ?
4.      Apa kemajuan dan manfaat IPTEK ?
5.      Apa saja dampak negatif perkembangan teknologi infirmasi ?
6.      Bagaimanakan pengaruh positif dan negatif IPTEK ?


1.4    Hipotesis
1.Teknologi Komunikasi adalah peralatan perangkat keras dalam sebuah struktur organisasi yang melindungi nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses, dan saling tukar menukar informasi dengan individ-individu lainnya.
2.Tujuan utama perkembangan iptek adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik, mudah, murah, cepat dan aman. Perkembangan iptek terutama teknologi informasi seperti internet sangat menunjang setiap orang mencapai tujuan hidupnya dalam waktu singkat, baik legal maupun illegal dengan menghalalkan segala cara karena ingin memperoleh keuntungan.
3.Dari kemajuan iptek dapat kita rasakan manfaat positifnya :
a. Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
b.Terjadinya industralisasi
c.Produktifitas dunia industri semakin meningkat
d.Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki
e.Di bidang kedoktera dan kemajuan ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran
4.Kemajuan dan manfaat iptek
a.Limbah ternak untuk pupuk(kompos)
b. Sampah yang dimanfaatkan menjadi gas bio yang berguna untuk keperluan memasak,       penerangan dan tenaga gerak
     c.Dapat mendatangkan kemudahan hidup
d.Memperluas lapangan kerja
e.Meningkatkan produksi barang-barang kebutuhan masyarakat
5.Dampak negatif perkembangan teknologi komunikasi
a.Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan
     b.Adanya aksi tipu menipu dalam proses jual beli online
6.Pengaruh positif kemajuan iptek:
a.Meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat
b.Terpenuhinya kebutuhan hidup manusia
c.Berkembangnya pemikiran rasional
d.Adanya pola hidup serba praktis
    d.Memudahkan dalam berinteraksi sosial dan berkomunikasi
7.Pengaruh negatif kemajuan iptek:
    a. Adanya perubahan tata nilai kehidupan masyarakat
    b.Adanya kesenjangan sosial
c.Rusaknya lingkungan alam
d.Adanya kekhawatiran terhadap senjata kimia dan nuklir
e. Meningkatnya kenaikan remaja dan kriminalitas

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Menurut Rogers, 1986. Teknologi merupakan peralatan perangkat keras dalam struktur organisasi yang mengandung nilai sosial yang memungkinkan individu untuk mengumpulkan, memproses dan saling tukar informasi. Dapat pula dikatakan bahwa komunikasi adalah sebuah penemuan baru dalam aspek kehidupan dimana setiap individu dapat menggunakan, mengakses, dan memberikan segala hal informasi kepada orang lain secara universal. Sedangkan menurut Ely, 1982 yang dimaksud dengan Teknologi Informasi adalah mencakup sistem-sistem komunikasi seperti satelit siaran langsung, kabel interaktif dua-arah, penyiaran bertenaga rendah.

2.2    PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Saat ini, kebutuhan akan teknologi baik itu teknologi informasi maupun teknologi komunikasi sangat tinggi dari mulai golongan menengah ke bawah dan golongan menengah ke atas. Semua individu sangat membutuhkan teknologi untuk mempercepat perkembangan atau meningkatkan pembangunan baik pembangunan individu maupun kelompok. Perkembangan teknologi yang saat ini sangat cepat adalah teknologi komuniksi, yang menghadirkan beragam pilihan bentuk toknologi dan kecanggihannya. Perkembangan teknologi komunikasi itu sendiri sebenanya sejalan dengan kehidupan serta keberadaan dari manusia itu sendiri. Ada empat titik penentu yang utama dalam sejarah komunikasi.
Menurut Nordenstreng dan Varis (1973) adalah :
Perolehan (aquistion) bahasa yaitu pada saat yang sama dengan lahirnya manusia.
Pengembangan seni tulisan berdampingan dengan komunikasi yang berdasarkan pada bicara.
Reproduksi kata-kata tertulis dengan menggunakan alat pencetak, sehingga memungkinkan terwujudnya komunikasi massa yang sebenarnya.
Munculnya komunikasi elektronik, mulai dari telegraf, telepon, radio, televisi, sampai dengan satelit.
Sedangkan menurut Alvin Toffler, terdapat tiga peradaban dalam perkembangan dari teknologi itu sendiri, yakni zaman pertanian, zaman industri dan zaman informasi.
Sebelumnya sekedar menengok kembali bahwa sebenarnya teknologi komunikasi itu sendiri telah muncul semenjak Zaman Pra-sejarah. Dimana pada waktu itu orang sudah mampu menggunakan bentuk komunikasi. Akan tetapi bentuknya masih sangat sederhana. Misalnya entuk-bentuk sebatas gerakan alat tubuh, gambar-gambar sebagai bahasa, bunyi-bunyian dari tulang dan sebagainya. Akan tetapi meskipun demikian, hal tersebut telah dianggap sebagai sebuh bentuk komunikasi yang sesuai pada saat itu. Perkembangan selanjutnya telah sedikit mengalami kemajuan yang selangkh lebih baik lagi, misalnya bentuk komunikasi dalam huruf pictograf, Hieroglif oleh bangsa mesir kuno. Pada masa itu kedua jenis huruf ini juga sering digunakan ketika raja memberikan peraturan semacam tata tertib bagi masyarakatnya yang dipasang di tengah-tengah kota dimana bentuknya seperti bangunan tugu, yang dikenal sebagai Undang-Undang berbentuk tugu peringatan. Kemajuan dari teknologi komunikasi dirasakan lebih baik lagi setelah ditemukannya kertas oleh bangsa Cina yang terbuat dari serat daun papyrus. Perkembangan ini bahkan sampai sekarang ini masih digunakan dan sangat dirasakan manfaatnya bagi umat manusia. Misalnya kertas digunakan dalam mencetak koran atau surat kabat, majalah, buku, dan lain sebagainya. Selanjutnya semakin berkembangnya pengetahuan manusia, maka teknologi komunikasi semakin menjadi lebih baik. Berawal dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt yang merupakan terbukanya masa revolusi industri, menimbulkan berbagai dampak yang memicu munculnya teknologi-teknologi. Satu langkah yang merupakan sungguh luar biasa, dimana penemuan satu hal menyebabkan munculnya berbagai hal lain. Penemuan telepon yang ditemukan pada tahun 1876, merupakan perkembangan teknologi komunikasi dengan menggunakan penerapan konsep analog. Hal tersebut berlangsung sampai sekitar tahun 1960-an. Dan setelah itu baru mengarah pada konsep digital. Kemudian perkembangan selanjutnya yakni ditemukannya vaksimile yang merupakan pemanfaatan komunikadi dengan memberikan data yang mampu dilewatkan melalui media telepon. Demikian halnya dengan perkembangan komputer. Komputer pertama yang diperkenalkan adalah ENIAC II. Digunakan pada tahun 1946, setelah perang dunia II. Komputer ini merupakan sebuah rangkain elektronika lampung tabung yang mempunyai berat sebesar 20 ton. Dengan adanya komputer inilah awal dari teknologi komunikasi dalam konteks digital kemudian berkembang dengan pesat. Era digital itu sendiri terjadi setelah satelit ditemukan dan di aktifkan. Berbagai macam penemuan yang telah ada sedikit banyak mengubah corak kehidupan dari masyarakat itu sendiri.

2.3 TEKNOLOGI KOMUNIKASI DALAM BIDANG PENDIDIKAN
Dari sekian banyak penemuan-penemuan baru yang ternyata sangat memberikan dampak luas bagi sebuah peradaan umat manusia di dalam berbagai cakupan bidang kehidupan, salah satunya bidang pendidikan. Perkembangan teknologi dan komunikasi dalam bidang pendidikan, menurut Rosenberg (2001), dengan perkembangannya ini ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran, yaitu :
1.Dari pelatihan ke penampilan,
2.Dari ruang kelas ke tempat dimana dan kapan saja,
3.Dari kertas ke “online” atau saluran,
4.Fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja,
5.Dari waktu siklus ke waktu nyata.
Mengenai asumsi di atas bahwa pergeseran proses pembelajaran yang mengalami perubahan dari kertas “online” ini untuk saat ini telah dapat dirasakan maupun dilihat keberadaannya ketika sebuah istansi pendidikan menerapkan sistem komputerisasi. Banyak hal serta manfaat dari keberadaannya itu. Semisal ketika segala kegiatan yang berbasis pendidikan dapat diakses secara mudah lewat sebuah jaringan komputer ataupun jaringan internet yang tentunya hal tersebut berkat adanya satelit yang dioperasikan, maka siswa, guru, dosen ataupun seluruh warga dalam lingkup pendidikan tersebut mampu memperoleh segala informasi yang ingin di dapatkan. Misalnya yang paling mutakkir adalah berkembangnya “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan media internet. Istilah lain yang populer saat ini adalah e-learning yaitu sebuah modal pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi (internet). Menurut Rosenberg(2001); 28, e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas dengan landasan berdasarkan tiga kriteria yaitu :
E-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, distribusi dan membagi materi atau informasi,
Pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar,
Memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran dibalik paradigma pembelajaran tradisional.
Saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti : CBT (Computer Baset Training), CBI (Computer Baset Introduction), distance learning, distnte education.

2.4 DAMPAK YANG DITIMBULKAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN
Di dalam sebuah perkembangan dari adanya teknologi (dalam hal ini teknologi komunikasi) tentunya banyak yang mempengaruhi maupun yang dipengaruhi . satu hal dari adanya teknologi komunikasi adalah mengenai dampak yang ditimbulkan. Ketika di sini membahas mengenai teknologi komunikasi dalam bidang pendidikan, maka akan di paparkan mengenai dampak yang ditimbulkan baik dampak positif maupun negatif.
Uraiannya adalah sebagai berikut :
1.Dampak Positif
a.Pembelajaran jarak jauh dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemkan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet.
b.Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan menjadikan guru bukanlah satu-satunya ilmu pengetahuan.
c.Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran.
d.Kita akan lebih ceoat mendapatkan infirmasiinformasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet.
e.Teknologi menawarkan media audio fisual yang interaktif pada proses pembelajaran.


2.Dampak Negatif
a.Penyalahgunaan teknologi yang lainnya adalah penetahuan untuk melakukan tinfak kriminal dan tidak di benarkan.
b.Menurunnya motifasi dan prestasi belajar serta berkurangnya jumlah jam belajar para remaja rela membolos saat jam sekolah demi bermain game di warnet-warnet kesayangannya.
c.Kemerosotan moral dikalangan masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar.
3.Solusi
a.Pendampingan pendidikan teknologi dengan bimbingan moral yang seimbang, sehingga siswa mampu memilih penggunaan teknologi yang bermanfaat.
b.Memberikan pengawasan dari orang tua, sekolah dan pemerintah secara umum, dengan pembatasan akses situs-situs yang tidak baik atau pemberian sanksi yang tegas.
c.Mendorong motifasi anak didik ke arah pengembangan IPTEK dengan selalu menempatkan pendekatan nilai-nilai islami menjadi sumber acuannya.
d.Menciptakan jalinan yang kuat antara ajaran yang kuat dan iptek, serta hubungan yang akrab dengan para ilmuan yang memegang otoritas iptek dalam bidang masing-masing.
e.Menanamkan sikap dan wawasan yang luas terhadap kehidupan masa depan umat manusia melalui kemampuan menginterpretasikan ajaran agama dari kehidupan manusia.




















BAB III
TEORI TENTANG TI


3.1 Uses and Gratifications
Dalam teori ini menjelaskan bahwa sekelompok orang atau dirinya sendiri telah dianggap aktif dan selekti dalam menggunakan media sebagai cara untuk memenuhi setiap kebutuhannya. Teori ini di paparkan oleh kemukakan oleh Elihu Katz, Jay G. Blumlerm dan Michael Gurevitch pada tahun 1974. Dalam teori ini memusatkan perhatian pada penggunaan (uses) media untuk kepuasan(Gratifications) atau kebutuhan seseorang. Dapat dikatakan pula bahwa setiap individu ataupun khalayak menjadi sebagai mahkluk sosial yang memiliki sifat selektif dalam menerima pesan yang ada dalam media massa. 
Sehingga dapat di simpulkan sekelompok orang ataupun pengguna media tersebut yang menggunakan media sebagai cara untuk memenuhiu kebutuhannya dan menjadi aktif dalam setiap bagian dan proses komuikasi yang telah terjadi serta berorientasi pada setiap tujuan nyang digunakan saat menggunakan media tersebut.

3.2Social Learning
Teori ini sering disebut dengan teori observational learning. Maksudnya adalah belajar observational atau dengan pengamatan. Teori ini di kemukakan oleh Albert Bandura, beliau merupakan seorang psikolog pada Universitas Stanford Amerika Serikat. yang menjelaskan tentang belajar yang relatif masih baru dibandingkan denga teori-teori belajar yang lainnya. Bandura telah mengemukakan 3 asumsi, diantaranya :
1. Bahwa individu akan melakukan pembelajaran dan akan meniru apa yang ada dalam lingkungannya, khususnya perilaku-perilaku orang lain.
2. Terdapat hubungan yang sangat erat antara pelajar dengan lingkungannya, dan dalam pembelajaran tersebut terdapat 3 pihak didalamnya, yaitu : perilaku, -faktor pribadi dan ingkungan. 
3. Hasil pembelajaran nya berupa kode perilaku visual dan verbal yang diwujudkan dalam perilaku dalam kehidupan sehari-hari. 
3.3Agenda Setting
Teori ini dikemukakan oleh McComb dan Reynolds pada tahun 2002. Di dalamnya Agenda Setting berperan mempengaruhi topik yang begitu dianggap penting dan berguna dalam agenda publik. Agenta setting ini merupakan gagasan bahwa sebuah media melalui berita yang disampaikan akan menentukan isu apa yang akan dianggap penting oleh publik. Konsep yang berhubungan dengan agenda setting ini adalah agenda publik. Lalu agenda media itu akan mempengaruhi agenda publik maupun agenda kebijakan. Tokoh pencetus teori ini meyakini bahwa media tidaklah memiliki pengaruh yang sama terhadap khalayak. Dan juga riset yang dilakukannya akan menunjukkan bahwa media memiliki dampak yang signifikan hanya pada mereka yang memiliki tingkat orientasi yang tinggi. Dan juga sangat berpengaruh yang menyangkut ketidakpastian posisi khalayak dalam isu yang tengah dibicarakan maupun dipermasalahkan.

BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Teknologi komunikasi adalah sebuah penemuan baru dalam aspek kehidupan dimana setiap individu dapat menggunakan, mengakses dan memberikan segala hal informasi kepda orang lain secara universal, sedangkan teknologi informasi mencakup sistem-sistem komunikasi seperti satelit siaran langsung, kabel interaktif dua-arah, penyiaran bertenaga rendah, komputer dan televisi.
Perkembangan teknologi itu kemudian berimbas pada dunia pendidikan yaitu mempermudah dunia pendidikan dimana kini telah ada e-learning.
4.2 SARAN
Dari kesimpulan di atas maka penulis menyarankan agar solusi-solusi yang diterapkan bisa dilaksanakan agar pada nantinya dapat meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan. Sehingga Teknologi informasi akan menjadi sangat bermanfaat bagi kita semua tanpa harus mengorbankan salah satu pihak.













DAFTAR PUSTAKA


 Rahayu Kususma Pratiwi.blogspot.com/2013/01/perkembangan iptek dalam pendidikan.html
 Darshenie.blogspot.com/2012/11/dampak perkembangan iptek di indonesia.html
 Http://anandacollectionupdate2015.blogspot.com

http://id.wikipedia.org/wiki/teknologi_informasi_komunikasi